Monday, August 9, 2010

untukmu ANGKU: AKU BERPAYUNG DI NISAN YANG TAK KUSENTUH

Monday, August 9, 2010 3:36 AM
From: "arifin badruddin"
To: "itb74"
Sebuah catatan dari Qwiniy Queen:

Ku kenalkan kau pada dia_katamu pembuka jalan_walau tak begitu dekat...
Dia adalah dia_kesendirian yg tak sederhana_kataku mengelak...
Menjabarkan tentang dia_adalah ruang tamu yang terisi..
Berjalan menyeluruh langkah_jelas_ makin jelas...
Seperti alkah yang jadi seorang bayi....
Telinga kian dekat dalam jarak_tawa derai yg mengisahkan kisah....
Mengapa itu?..
Dengan kata yang tak mematikan_kau tak meminjam abjad yang banyak...
Hanya katamu_dia jenat yang masih hidup_yang tahu hanya aku bukan tak perlu siapa siapa...
Yang kau tahu adalah terberai itu dari keduanya_seperti kamu kan?_dan juga seperti mereka_itu katamu padaku...

Di malamku kau datang dengan vinvet yang beragam cerita...
Indah tertulari akan syair yang syahdu_lelucon nakal yang membuat tawa...
Aku terbiasa dengan aleman itu_karena kau membiasakannya. ...
Gundah itu sesuatu yang riang...
Tak ada kegirisan yang melekat pada resah...
Hatimu putih tak ingin tercampuri dauk...
Rangkaian yang tiada terputus_menjadikan kau anasirku_dan aku anasirmu...
Bagian yang tak bercelah_meski menjadi amorf akan apa yang seharusnya.. .

Tunggu aku di kota berisik dan sesak itu...
Dan kau ada di pintu yang belum terbuka oleh aku undanganmu.. .
Suguhan yang begitu banyak_menjadi anganku yang ingin kau bayar_pada sua yang belum....

Tersedak aku dengan bacaan_bahwa kini kau hanyalah nafas yang pergi_kaku bersama tulang yang tak berdenyut... .
Aku membuang kain pada air mataku_menyeka tanpa henti....
Mengingatmu tak sejumput pun tentang luka_meski itu ada....
Apalagi yang akan jadi graffiti di dinding bumi?_kau tinggal pena yang tak menulis...
Tanpa pamit yang tersinyal_kau menutup mata_sebelum sempat mengarahkan pandanganmu pada jalan jalan yang terjanjikan. ..

Maafkan aku ayah_pintu Ramadhan baru akan di buka...
Syawal masih di batasan asa dan doa_kau tak sempat menjabatnya_ tuk melahirkanmu ke fitrahmu sebagai jalma...
Tak sampai lagi kau di ketinggian itu...
Aku memaafkanmu ayah_akan semua penggalan yang tak sempat kau ucapkan...
DIA maha tahu_lebih mengasihi dari aku_kami_semua. ...

Kini kau ada di lapisan tanah_yang kemarin masih kau pijak...
Mengandum tubuhmu_tapi tidak pikiranmu yang tertitip...
Rohmu berada di bilium jarak jasadmu_tapi tak menjadi had akan bijakmu yang tersisa....
Bawalah pergi amalanmu_yang kau ikhlas dalam syukurmu_akan jadi cahayamu di dunia tanpa waktu...
Tentenglah sajadah malammu yang selalu bersujud_akan jadi permadanimu di hamparan tanpa tanah_di sana....
Gandenglah turut bakti dan cintamu pada rahimmu_yang menempatkanmu di surga_itu janjiNya atas muliakan ibu...
Meski semua itu penilaian terpaham dari aku_yang hanya manusia wigata...
Karena DIA lah yang Maha Tahu_yang menyimpanmu di Arasy-Nya_dengan semua note notemu...
Banyak cinta di sini_di jiwa yang mengenalmu.. .
Banyak kasih di sini_di jiwa yang tersapa hidupmu...
Selamat jalan ayah Angku...
Mataku masih basah....

Salam
Eyang Ipin tasik tea

No comments:

Post a Comment