tlah lama kumengayuh bersimbah peluh,
mencari arti mendaki mimpi,
meretas kehidupan menggauli hari,
tak kutemukan jua telaga segar berair wangi,
padahal malam tlah utuh dan kualiri.
Ah… aku harap akan ada hari untuk menggenapi hati yang sunyi,
redup malam sayup harapan,
ke mana harus kutitipkan?
pegang... tanganku agar hadir tak lagi sepi,
agar tegap kulangkahkan kaki,
untuk telaga segar yang aku cari.
Catatan :
Chairil Bahar lahir tahun 55 meninggal hari ini Telaga yang engkau cari, sobatku sudah engkau dapatkan, yaitu di haribaan ilahi Robbi. Minggu 8 agustus jam 2 dini hari secara mendadak , mengejutkan kita semua, kita semua kehilangan,
semoga semua amal ibadahmu kawanku, diterima Alloh swt, semua dosamu diampuniNya, engkau kawanku mendapatkan tempat istimewa disisi ilahi Robbi ... mendapatkan nikmat kubur ... semoga semua keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan iman. Amin
semoga semua amal ibadahmu kawanku, diterima Alloh swt, semua dosamu diampuniNya, engkau kawanku mendapatkan tempat istimewa disisi ilahi Robbi ... mendapatkan nikmat kubur ... semoga semua keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan iman. Amin
No comments:
Post a Comment