angkasa yang bijak
memahat cintamu
dan menyirami bumi
dengan pelangi
keindahan semerbak
merekam cahaya
di dalam benak
yang maha wanita
tegak berdiri
memeluk semesta
dengan puisi
ibu berkata lewat cinta
ia bertutur dalam syukur
hatinya embun
yang merekah
menyegarkan mimpiku
senyumnya rembulan
yang membara
meremajakan langkahku
aku makin habis
saat menembus
lapis-lapis kasihmu
No comments:
Post a Comment