Tuesday, July 20, 2010

Puisi-puisi lagi

1 ....
Andai saat ini Tuhan yang kuyakini berbaik hati menghadiahkan untukku,
sepasang sayap kertas milik malaikat pengawalnya,
aku lantas bergegas terbang menuju kota bijana tanpa lagi menoleh,
pada lilin kesabaranku yang saleh,
yang diam-diam luluh dan meleleh….

2 .....
Selalu aku rasa,
kamu tersenyum disana,
ketika akupun tersenyum disini.

Dan kita,
dengan bahasa langit yang kita punya,
secara bersahaja,
menyapa larik-larik pesona,
dan meniti setiap selasar waktu,
bersama desir rindu menoreh kalbu.

3 .....
Letih berkisar diatas angin,
pada lelah kepak sayap,
berharihari terbang mengambang,
mengejar ombak ke tepi nan sepi. I
ngin kutinggalkan kota yang riuh ramai,
yang tak usai mendera diri dalam mimpi.

Kan kutuju hutan rimbun,
dan juga nyanyian angin,
yang setiap saat datang membisiki,
bahwa aku harus datang,
sujudkan segala cinta,
ke lubuk hati nan sepi…..

No comments:

Post a Comment